Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Kebut-Kebutan, Siswa SMP Banyudono Boyolali Tewas Sebelum Azan Jumat


Seorang siswa SMP di Banyudono, Boyolali, tewas setelah kebut-kebutan tepat sebelum azan Jumat berkumandang.
Solopos.com, BOYOLALI — Petaka di jalan raya Boyolali kembali merenggut nyawa seorang pelajar. Kali ini korbannya adalah Arlando Apriyo Saputro, siswa kelas 1 SMPN 2 Banyudono, yang meregang nyawa, Jumat (16/9/2016). Bocah 12 tahun itu tewas setelah terlibat kebut-kebutan di jalan raya bersama teman-temanya sepulang sekolah.
“Nyawanya tak tertolong dalam perjalanan,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Boyolali, Ipda Widodo, kepada Solopos.com, Jumat.
Insiden maut itu terjadi menjelang azan salat Jumat berkumandang. Sepulang sekolah, Arlando memacu sepeda motornya berpelat nomor AD 6142. Bersama sejumlah temannya, dia memacu sepeda motor ke arah timur dengan kecepatan cukup kencang.
Arlando sebenarnya bukan hendak keluyuran, namun ingin segera pulang ke rumahnya di Dukuh Gurung, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Begitu tiba di sebuah tikungan, persisnya di timur SMAN 1 Banyudono, teman-teman Arlando menginjak rem. Nahas bagi Arlando, dia tak kuasa mengendalikan motornya.
Kendaraannya langsung menghantam keras motor di depannya yang dikendarai Wawan Dwi Prasetyo, 13, dan Galih, 14. Saking kerasnya, tubuh Arlando terlempar ke aspal dan kepalanya membentur-bentur jalan raya. Darah segar pun mengalir dari kepalanya yang tak berpelindung helm itu. “Dugaan kami karena terkejut, korban tak mampu menguasi medan,” jelas Widodo.
Polisi segera mengevakuasi korban. Beruntung, kedua rekannya yang terlibat insiden maut itu tak menyusul rekannya dan hanya mengalami lecet kecil. “Kami sangat sayangkan, kenapa anak-anak remaja dibiarkan orang tua dan sekolah mengendarai motor. Apalagi mereka ini tak berhelm,” sesal Widodo.
Arlando adalah salah satu potret buram banyaknya remaja yang mati di jalan raya dengan sepeda motor. “Tolong, sayangilah anak-anak kita. Kalau memang masih di bawah umur, orang tua janganlah memberikan mereka sepeda motor,” ujar Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Banyudono, Aiptu Sugiharto.


Dua Pemuda Jadi Korban Penembakan Orang Tak Dikenal



Solopos.com, BOYOLALI–Dua pemuda asal Dukuh Kerten, Desa Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Rabu (9/7/2014) malam, jadi korban penembakan yang dilakukan dua orang tak dikenal di pertigaan Dukuh Kliwonan, RT 004/RW 001, desa setempat. Diduga, aksi tersebut dilakukan dengan menggunakan senjata air softgun.
Informasi yang dihimpun solopos.com, Kamis (10/7/2014), peristiwa itu terjadi Rabu malam, sekitar pukul 22.20 WIB. Dua pemuda yang menjadi korban aksi penembakan tersebut masing-masing Avif, 18, dan Yanuar, 19. Rabu malam itu, kedua korban bersama empat teman mereka sedang nongkrong di pertigaan Dukuh Kliwonan, Desa Cangkringan. Saat itulah tiba-tiba datang dua orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Nex berwarna biru dan langsung menembaki mereka dengan senjata yang diduga jenis air softgun.
Setelah menembak, kedua pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, Avif menderita luka lecet di lengan. Sedangkan Yanuar menderita luka tembak di lengan, punggung, dan pinggang. Kedua korban langsung dibawa oleh teman-temannya ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polres Boyolali.
Kapolres Boyolali, AKBP Budi Sartono, saat ditemui wartawan di Mapolres setempat, Kamis, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kapolres mengatakan kedua korban menderita luka ringan.
“Kedua korban mengalami luka ringa, sehingga setelah diobati di rumah sakit, mereka langsung diperbolehkan pulang. Rabu malam itu juga langsung kami periksa karena bisa dimintai keterangan,” ungkap Kapolres.
Ditambahkan dia, sudah ada enam saksi yang diperiksa oleh penyidik terkait kejadian itu. Namun pihaknya juga masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas para pelakunya.
“Masih kami selidiki dan melakukan pendalaman di sekitar TKP [tempat kejadian perkara], termasuk mengumpulkan barang bukti,” tandasnya.
Dari penyelidikan sementara, Kapolres mengatakan senjata yang digunakan kedua pelaku diduga berjenis air softgun. Sedangkan pelurunya menggunakan gotri. “Korban mencabuti sendiri gotri dari tubuhnya. Dari hasil rontgen juga tidak ada peluru yang bersarang di tubuh kedua korban,” imbuh dia.
Terkait motif penembakan, Kapolres menyatakan belum diketahui. “Itu [motif penembakan] juga masih kami dalami. Semoga tidak berkaitan dengan Pilpres,” pungkasnya.